top of page
Search

S-LCA 2026 Press Release - Indonesia

  • Writer: Life Cyle Indonesia
    Life Cyle Indonesia
  • 3 hours ago
  • 4 min read

Indonesia Menjadi Tuan Rumah Konferensi Internasional Social Life Cycle Assessment (S-LCA) 2026 ke-10 yang Menandai Penyelenggaraan Perdana Konferensi Ini di Asia-Pasifik


JAKARTA, INDONESIA — Indonesia terpilih menjadi tempat penyelenggaraan The 10th International Conference on Social Life Cycle Assessment (S-LCA 2026). Bertempat di JAPFA The Learning Centre (JTLC), Megamendung, Bogor, pertemuan internasional ini akan berlangsung pada 17–19 Juni 2026, dengan rangkaian kegiatan awal pada 16 Juni 2026. Acara ini dikelola oleh Life Cycle Indonesia (LCI) bersama JAPFA sebagai co-organizer.


Konferensi ke-10 ini menjadi catatan penting karena untuk pertama kalinya konferensi S-LCA diadakan di kawasan Asia-Pasifik, setelah sebelumnya selalu dilaksanakan di wilayah Eropa dan Amerika sejak diadakan pada 2010. Kehadiran konferensi ini di Indonesia diharapkan dapat mempererat diskusi mengenai keberlanjutan sosial dan penilaian dampak sosial di negara-negara berkembang. Antusiasme terhadap konferensi ini terlihat dari masuknya lebih dari 160 abstrak dari 30 negara lebih, yang mencakup partisipasi dari wilayah Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Oseania.


Jessica Hanafi, PhD, dari Life Cycle Indonesia (LCI), terpilih sebagai Conference Chair. Sebagai konferensi S-LCA pertama yang diselenggarakan di Asia-Pasifik, pencapaian ini membuktikan bahwa negara-negara Global South mulai berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik S-LCA.


Selama 11 tahun, LCI telah mengembangkan berbagai standar, metodologi, dan solusi praktis agar dapat diimplementasikan oleh industri. Melalui kerja sama erat dengan akademisi, pemerintah, dan industri, LCI bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan kerangka teori dan menerjemahkannya ke dalam aplikasi nyata. LCI berharap konferensi ini dapat menjadi alat praktis bagi industri dan pembuat kebijakan dalam memberikan masukan penting bagi pengembangan kebijakan di masa depan.


Mengangkat tema “Unity in Diversity”, S-LCA 2026 menjadi wadah untuk berdialog dan memperluas jejaring, serta mendiskusikan bagaimana metodologi penilaian keberlanjutan dapat berjalan secara harmonis secara global dengan mempertimbangkan suara dari Global South, termasuk dari Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Forum ini hadir untuk memberikan ruang bagi pengalaman praktis di Asia agar dapat saling bertukar pikiran dengan standar internasional.


Konferensi internasional ini dibuka oleh Prof. Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, yang menunjukkan signifikansi titik temu krusial antara data ilmiah yang kuat dan kebijakan strategis nasional.


Dukungan dari Menteri ini memberikan sinyal positif bagi LCI dan Japfa atas komitmen bersama mengenai pentingnya S-LCA untuk mengukur kesejahteraan masyarakat Indonesia guna mewujudkan pembangunan yang inklusif tanpa ada yang tertinggal. Dengan 20 sesi beragam yang mencakup aplikasi lebih dari 10 sektor, diharapkan konferensi ini akan menghasilkan masukan untuk pengembangan standar Social LCA sektoral.


The 10th International Conference of Social Life Cycle Assessment (S-LCA 2026) yang diselenggarakan oleh LCI dan Japfa ini tercatat sebagai konferensi S-LCA terbesar sampai saat ini dengan jumlah peserta lebih dari 400 orang yang terdiri dari 55% yang berasal dari industri, 36% dari akademisi, dan sisanya dari pemerintah dan organisasi masyarakat sipil (NGO) yang berasal dari 25 negara. Konferensi ini menjadi ekosistem yang ideal untuk mengubah konsep, metodologi, dan data menjadi aksi praktis bagi korporasi. 


Sebagai co-organizer, keterlibatan JAPFA mencerminkan komitmen jangka panjang Perusahaan terhadap praktik bisnis berkelanjutan yang menciptakan dampak sosial positif di seluruh rantai nilai pangan. Melalui kegiatan operasionalnya yang mencakup sektor peternakan, produksi pangan, dan pengembangan masyarakat, JAPFA menyadari pentingnya mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan sosial ke dalam pengambilan keputusan bisnis, manajemen rantai pasok, serta pelibatan pemangku kepentingan. Peran dalam penyelenggaraan S-LCA 2026 ini juga sejalan dengan upaya JAPFA untuk mendorong kolaborasi lintas sektor antara dunia industri, akademisi, pembuat kebijakan, dan organisasi internasional dalam memajukan praktik keberlanjutan yang lebih inklusif serta bertanggung jawab.


Pertemuan ini akan menjadi ruang bagi pembuat kebijakan, rekan-rekan industri, serta para ilmuwan, untuk berbagi mengenai inovasi dan penerapan nyata pengukuran dampak sosial di berbagai bidang, seperti:


  • Pengembangan Metodologi S-LCA.

  • Sistem Pertanian dan Pangan.

  • Transisi Energi dan Mobilitas 

  • Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan.

  • Rantai Pasok Industri 

  • Keuangan Berkelanjutan dan Tata Kelola 


Jessica Hanafi, PhD selaku Conference Chair S-LCA 2026 menegaskan, “Tujuan dari konferensi adalah untuk mengembangkan standar sosial yang relevan bagi sektor dan pentingnya menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik serta pentingnya kolaborasi untuk mendorong perubahan sistemik dalam ekosistem.” Ini merupakan kesempatan berharga untuk dapat memberikan perspektif tambahan dalam pengembangan standar internasional, seperti ISO 14075, agar lebih mencerminkan keragaman konteks di berbagai negara.


Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, paparan materi, serta kegiatan pendukung yang dirancang untuk memperluas jejaring dan pengetahuan seputar isu keberlanjutan.


Pertemuan ini juga menghadirkan rekan-rekan praktisi dan akademisi yang telah lama mendalami bidang ini, di antaranya:


  • Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy, M.S. (Menteri PPN/Kepala Bappenas Republik Indonesia)

  • Prof. Dr. Matthias Finkbeiner (TU Berlin)

  • Prof. Dr. Marzia Traverso (RWTH Aachen)

  • Lany Harijanti (Regional Program Implementation Manager ASEAN, GRI)

  • Salil Dutt (Chief Technical Adviser, UNIDO)

  • Sebastiaan Stiller (EPD International AB)

  • Prof. Sonia Valdivia (World Resources Forum)

  • Claudia Giacovelli (Life Cycle Initiative, hosted by UNEP)


S-LCA 2026 dapat terlaksana berkat kolaborasi erat dengan berbagai organisasi internasional, di antaranya Circular, Media Partner Katadata Green, EPD International System, World Resources Forum, Ibero-American Life Cycle Network, serta Sucofindo. Kegiatan ini juga didukung oleh jajaran mitra strategis seperti UNIDO, UNEP Life Cycle Initiative, Pro-LCAS, IBCSD, Ecoxyztem, dan African LCA Initiative (ALIES).


Informasi lebih lengkap mengenai konferensi ini dapat diakses melalui situs resmi di www.slca2026.com.




Kontak Media:


Agnes Sulistya

Panitia S-LCA 2026: slca2026conference@gmail.com 

 
 
 

Recent Posts

See All
S-LCA 2026 Press Release - English

Indonesia Hosts the 10th International S-LCA Conference, the First in Asia-Pacific JAKARTA, INDONESIA — Indonesia has been selected as the host for the 10th International Conference of Social Life Cyc

 
 
 

Comments


bottom of page